Gangguan THT yang Sering Diabaikan dan Kapan Harus ke Dokter

Telinga berdenging, hidung mampet berkepanjangan, atau suara serak yang tidak kunjung membaik sering dianggap sepele. Padahal beberapa di antaranya menandakan kondisi yang butuh penanganan. Departemen THT yang tercantum dalam daftar layanan di nikoshospital.com termasuk salah satu poliklinik yang tersedia sejak rumah sakit itu pertama beroperasi, menandakan bahwa keluhan di bidang ini memang cukup umum di masyarakat.

Keluhan Telinga yang Perlu Diperiksa

Penumpukan serumen atau kotoran telinga jadi penyebab paling sering dari pendengaran yang mendadak berkurang. Masalahnya, banyak orang mencoba membersihkan sendiri dengan cotton bud yang justru mendorong kotoran makin dalam. Tindakan pembersihan oleh tenaga medis jauh lebih aman dan hasilnya biasanya langsung terasa.

Selain itu ada infeksi telinga tengah yang sering menyerang anak-anak, ditandai nyeri, demam, dan kadang keluar cairan. Kalau dibiarkan, infeksi berulang bisa merusak gendang telinga dan berdampak permanen pada pendengaran.

Tinnitus atau telinga berdenging juga layak diperiksa, apalagi kalau muncul terus-menerus atau hanya di satu sisi.

Masalah Hidung dan Sinus

Hidung tersumbat yang berlangsung lebih dari sepuluh hari, disertai nyeri di sekitar pipi atau dahi, sering mengarah ke sinusitis. Kondisi ini kadang salah dianggap sebagai flu biasa dan diobati seadanya sampai berkembang jadi kronis.

Penyebab lain yang cukup sering ditemukan adalah deviasi septum, yaitu sekat hidung yang bengkok sehingga salah satu sisi terasa selalu tersumbat. Pada kasus tertentu, kondisi ini perlu tindakan bedah untuk memperbaiki aliran udara.

Alergi juga jadi penyebab umum, terutama di daerah dengan kelembapan tinggi dan tungau debu yang berkembang cepat.

Gangguan Tenggorokan

Suara serak yang bertahan lebih dari dua minggu tanpa penyebab jelas sebaiknya diperiksa. Bisa jadi hanya radang pita suara akibat kebanyakan bicara, tapi bisa juga menandakan hal lain yang perlu dipastikan lebih awal.

Amandel yang membesar dan sering meradang juga jadi keluhan umum, terutama pada anak. Kalau infeksinya berulang beberapa kali dalam setahun dan mengganggu tidur atau makan, dokter biasanya mempertimbangkan tindakan pengangkatan.

Mendengkur dan Gangguan Tidur

Mendengkur keras yang disertai jeda napas saat tidur bukan sekadar kebiasaan. Kondisi ini bisa mengarah ke sleep apnea yang berdampak pada tekanan darah dan kualitas tidur secara keseluruhan. Penanganannya sering melibatkan pemeriksaan THT untuk melihat apakah ada penyempitan di saluran napas atas.

Kapan Sebaiknya Datang

Patokan sederhananya, kalau keluhan sudah berlangsung lebih dari dua minggu, muncul berulang, atau disertai nyeri hebat, demam tinggi, dan penurunan pendengaran, itu waktunya berkonsultasi. Keluhan yang muncul mendadak dan hanya di satu sisi juga sebaiknya tidak ditunda.

Kebiasaan yang Memperparah Keluhan

Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata memperburuk kondisi THT tanpa disadari. Menggunakan obat semprot hidung terus-menerus lebih dari beberapa hari bisa menyebabkan hidung justru makin tersumbat setelah efek obatnya habis. Mendengarkan musik dengan volume tinggi lewat earphone dalam waktu lama merusak pendengaran secara bertahap dan sifatnya permanen.

Membersihkan telinga terlalu sering juga tidak baik, karena serumen sebenarnya punya fungsi melindungi liang telinga dari kotoran dan bakteri. Membersihkan bagian luar saja sudah cukup dalam kondisi normal.

Penutup

Organ telinga, hidung, dan tenggorokan saling terhubung, sehingga masalah di satu bagian sering berdampak ke bagian lain. Banyak keluhan THT yang sebenarnya mudah ditangani kalau diperiksa lebih awal, tapi jadi rumit ketika sudah berkembang menahun. Memperlakukan keluhan kecil dengan serius biasanya menghemat waktu, biaya, dan ketidaknyamanan di kemudian hari.

Post navigation

Deja una respuesta

Your email address will not be published. Required fields are marked *